1. Teknologi dan Pengiriman Sinyal
- CCTV Analog: Mengirimkan sinyal video berbentuk analog menggunakan kabel koaksial menuju perangkat DVR (Digital Video Recorder) yang kemudian mengonversinya menjadi data digital.
- IP Camera: Mengirimkan data video dalam format digital secara langsung melalui jaringan komputer atau internet (LAN/Wi-Fi) menuju NVR (Network Video Recorder) atau penyimpanan cloud.
2. Kualitas Gambar
- CCTV Analog: Menghasilkan resolusi yang cenderung terbatas, meski beberapa teknologi analog HD modern sudah mengalami peningkatan.
- IP Camera: Menawarkan resolusi gambar yang jauh lebih tajam dan tinggi, mulai dari Full HD, 4MP, hingga 4K, sehingga detail kecil terlihat jelas.
3. Instalasi dan Kabel
- CCTV Analog: Memerlukan kabel terpisah untuk daya listrik dan transmisi video koaksial, sehingga instalasinya terkesan lebih rumit.
- IP Camera: Umumnya hanya memerlukan satu kabel LAN dengan teknologi PoE (Power over Ethernet) atau terhubung via Wi-Fi.
4. Fitur Cerdas dan Akses
- CCTV Analog: Fitur pemantauan dan deteksi geraknya sangat mendasar serta bergantung pada kemampuan DVR.
- IP Camera: Mendukung banyak fitur pintar berbasis AI (seperti pendeteksi wajah dan garis batas) serta sangat mudah diakses jarak jauh lewat ponsel.
5. Biaya
- CCTV Analog: Menawarkan biaya perangkat dan investasi awal yang lebih murah.
- IP Camera: Memiliki harga perangkat yang lebih tinggi, tetapi sebanding dengan kualitas dan skalabilitas jangka panjang.